Menerjemahkan Bahasa Melalui Kacamata Pintar

Oct 21, 2019 Teknologi

Menerjemahkan Bahasa Melalui Kacamata Pintar

Penggunaan kacamata pintar dalam menerjemahkan bahasa membantu mendekatkan orang lain.
(Source: www.pexels.com)

Memiliki aplikasi atau teknologi yang dapat membantu seseorang untuk langsung memahami bahasa yang tidak diketahui dapat memudahkan kehidupan manusia. Tidak hanya mempermudah seseorang ketika sedang berbincang dengan orang yang memiliki bahasa yang beda, tetapi juga dapat membantu untuk mempelajari bahasa baru. Bayangkan saja, ketika Anda sedang bepergian ke negara asing yang Anda tidak mengerti bahasanya, hanya dengan menggunakan aplikasi atau teknologi seperti itu Anda tidak hanya dapat mengerti tetapi mungkin saja Anda dapat berbicara dalam bahasa itu melalui fitur penerjemahan real-time.

Kacamata Pintar Pertama Buatan Jepang

Aplikasi atau teknologi seperti itu awalnya memang hanya dapat disaksikan dalam beberapa film bergenre sci-fi saja. Kalau pun ada dalam dunia nyata, beberapa baru tersedia dalam perangkat ponsel pintar saja atau phone-based augmented reality (AR) seperti fitur dalam aplikasi Snapchat. Bahkan, permainan Pokemon Go juga menggunakan fitur AR. Meski begitu, ternyata di tahun 2009, salah satu perusahaan di Jepang sudah mengembangkan sebuah kacamata AR yang dapat menerjemahkan bahasa. Kacamata Tele Scouter tersebut merupakan sebuah kacamata yang memiliki mikrofon dan komputer kecil di dalamnya, dan juga sebuah layar kecil yang ditaruh di dekat frame kacamata. Walaupun tampilannya tidak seperti kacamata biasa dan memiliki layar tambahan di depan kacamata, dan juga memiliki mikrofon besar seperti yang sering digunakan oleh para gamers, kacamata ini tampak seperti barang yang langsung jatuh dari masa depan. Cara kerja Tele Scouter adalah ketika seseorang berbicara dengan bahasa asing, mikrofon tersebut akan langsung merekam dan mengirim audio untuk diterjemahkan. Kemudian, kata-kata yang telah diterjemahkan tersebut akan langsung dikirim dan ditampilkan dalam layar kecil tersebut. Dengan begitu, Anda dapat mengerti apa yang orang tersebut katakan dan juga Anda tetap dapat menggunakan bahasa Anda sendiri karena orang lain juga akan mengerti perkataan Anda apabila mereka juga menggunakan kacamata tersebut. Sayangnya, kacamata Tele Scouter tidak memiliki kecepatan yang dibutuhkan dalam dunia nyata agar orang-orang yang menggunakannya merasa nyaman untuk saling berbicara menggunakan bahasa yang berbeda.

Terjemahan Berbasis Teks

Kemudian, di tahun 2014, Google mengeluarkan kacamata pintar versi mereka yang juga dapat menerjemahkan bahasa asing ke bahasa pengguna. Google Glass yang mengakuisisi aplikasi penerjemah real-time Quest Visual bernama Word Lens. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat secara langsung menerjemahkan bahasa asing. Akan tetapi, aplikasi ini hanya dapat digunakan untuk menerjemahkan tulisan dan tidak dapat digunakan untuk menerjemahkan bahasa asing yang dilontarkan secara vokal. Selain itu, agar terjemahan menghasilkan arti yang akurat, seseorang harus benar-benar tidak menggerakkan kepalanya hingga teks yang diterjemahkan telah dirubah dalam bahasa mereka. Tidak hanya itu, bahasa yang dapat diterjemahkan hanyalah bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Portugis, dan bahasa Spanyol saja. Untuk tampilan sendiri, Google Glass memiliki bentuk seperti kacamata biasa. Yang berbeda hanyalah kacamata tersebut memiliki kamera yang dipasang dalam perangkat tersebut sehingga Anda tidak hanya dapat menggunakannya untuk menerjemahkan sesuatu, Anda juga dapat menggunakannya sebagai pengganti kamera.

Fungsi Penerjemahan Yang Lebih Canggih

Memasuki tahun 2019, salah satu perusahaan bernama Vuzix yang merupakan produsen kacamata pintar mengumumkan bahwa mereka bekerjasama dengan Verizon dan aplikasi Zoi Meet dalam pengembangan kacamata pintar bernama Vuzix Blade Smart Glass yang dapat menerjemahkan bahasa asing yang diucapkan secara real-time. Didesain dengan mengkombinasikan algoritma penerjemahan bahasa, Zoi Meet dapat menerjemahkan 12 bahasa secara real-time sehingga memudahkan penggunaannya. Bahasa-bahasa yang didukung antara lain adalah bahasa Arab, Cina, Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Portugis, dan bahasa Spanyol. Meskipun masih terbatas, akan tetapi kacamata ini memiliki fungsi yang lebih mumpuni dan juga tampilan yang indah karena kacamata terlihat seperti kacamata hitam biasa.

Memiliki teknologi canggih yang dapat membantu seseorang untuk menerjemahkan bahasa asing secara instan sangatlah luar biasa. Terlebih lagi apabila bahasa yang diterjemahkan tidak hanya terbatas pada tulisan saja, tetapi juga bahasa secara lisan. Meskipun bahasa yang disediakan masih terbatas dan terdapat kemungkinan bahwa penerjemah real-time tidak akan secepat bagaimana otak manusia bekerja ketika memahami suatu bahasa, peluang untuk pengembangan teknologi canggih masih sangat besar.